Cute Rocking Baby Monkey

Ikutin program dibawah ini, gak bakalan rugi,...

DbClix

Yuk,... Klik dibawah ini

Minggu, 01 Januari 2012

PERHATIAN!!!! BERI PERHATIAN BAGI ORANG YANG ANDA CINTAI

Pada suatu malam Budi, seorang eksekutif sukses, seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas-berkas pekerjaan kantor yang dibawanya pulang ke rumah,karena keesokan harinya ada rapat umum yang sangat penting dengan para pemegang saham. Ketika ia sedang asyik menyeleksi dokumen kantor tersebut, Putrinya Jessica datang mendekatinya, berdiri tepat disampingnya, sambil memegang buku cerita baru. Buku itu bergambar seorang Sun Go Kong yang imut, sangat menarik perhatian Jessica, "Pa liat"! Jessica berusaha menarik perhatian ayahnya. Budi menengok ke arahnya, sambil menurunkan kaca matanya, kalimat yang keluar hanyalah kalimat basa-basi "Wah,. Buku Baru ya Jes?", "Ya papa" Jessica berseri-seri karena merasa ada tanggapan dari ayahnya. "Baca in Jessi dong pa" pinta Jessica lembut, "Wah papa sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh" sanggah budi dengan cepat. Lalu ia segera mengalihkan perhatiannya pada kertas-kertas yang berserakkan didepannya, dengan serius.



Jessica bengong sejenak, namun ia belum menyerah. Dengan suara lembut dan sedikit manja ia kembali merayu "pa, mama bilang papa mau baca untuk Jessi" Budi mulai agak kesal, "Jes papa sibuk, sekarang Jessi suruh mama baca ya" "pa, mama cibuk, terus, papa liat gambarnya lucu-lucu", "Lain kali Jessica, sana ! papa lagi banyak kerjaan" Budi berusaha memusatkan perhatiannya pada lembar-lembar kertas tadi, menit demi menit berlalu, Jessica menarik nafas panjang dan tetap disitu, berdiri ditempatnya penuh harap, dan tiba-tiba ia mulai lagi. "pa,.. gambarnya bagus, papa pasti suka", "Jessica, PAPA BILANG, LAIN KALI !!" kata Budi membentaknya dengan keras, Kali ini Budi berhasil, semangat Jessica kecil terkulai, hampir menangis, matanya berkaca-kaca dan ia bergeser menjauhi ayahnya "Iya pa,. lain kali ya pa?"



Ia masih sempat mendekati ayahnya dan sambil menyentuh lembut tangan ayahnya ia menaruh buku cerita di pangkuan sang Ayah. "pa kalau papa ada waktu, papa

baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa denger" Hari demi hari telah berlalu, tanpa terasa dua pekan telah berlalu namun permintaan Jessica kecil tidak pernah terpenuhi, Buku cerita "Anak-anak pembawa perdamaian"(terbitan KORPAR Choice Katedral), belum pernah dibacakan bagi dirinya.



Hingga suatu sore terdengar suara hentakan keras "Buukk!!" beberapa tetangga melaporkan dengan histeris bahwa Jessica kecil terlindas kendaraan seorang pemuda mabok yang melajukan kendaraannya dengan kencang didepan rumah Budi. Tubuh Jessica mungil terhentak beberapa meter, dalam keadaan yang begitu panik ambulance didatangkan secepatnya, selama perjalanan menuju rumah sakit, Jessica kecil sempat berkata dengan begitu lirih "Jessi takut pa, jessi takut ma, Jessi sayang papa mama" darah segar terus keluar dari mulutnya hingga ia tidak tertolong lagi ketika sesampainya di rumah sakit terdekat.



Kejadian hari itu begitu mengguncangkan hati nurani Budi, Tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi sebuah janji. Kini yang ada hanyalah penyesalan

Permintaan sang buah hati yang sangat sederhana,.. pun tidak terpenuhi.

Masih segar terbayang dalam ingatan budi tangan mungil anaknya yang memohon kepadanya untuk membacakan sebuah cerita, kini sentuhan itu terasa sangat berarti sekali, ",...papa baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa denger" kata-kata jessi terngiang-ngiang kembali.



Sore itu setelah segalanya telah berlalu, yang tersisa hanya keheningan dan kesunyian hati, canda dan riang Jessica kecil tidak akan terdengar lagi, Budi mulai membuka buku cerita "Anak-anak pembawa perdamaian" yang diambilnya perlahan dari onggokan mainan Jessica di pojok ruangan. Bukunya sudah tidak baru lagi, sampulnya sudah usang dan koyak. Beberapa coretan tak berbentuk menghiasi lembar-lembar halamannya seperti sebuah kenangan indah dari Jessica kecil. Budi menguatkan hati, dengan mata yang berkaca-kaca ia membuka halaman pertama dan membacanya dengan suara keras, tampak sekali ia berusaha membacanya dengan keras, Ia terus membacanya dengan keras-keras halaman demi halaman, dengan berlinang air mata. "Jessi dengar papa baca ya" selang beberapa kata,.. hatinya memohon,.lagi "Jessi papa mohon ampun nak" "papa sayang Jessi"

Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores lubuk hatinya, tak kuasa menahan itu Budi bersujut dan menagis,..memohon satu kesempatan lagi untuk mencintai.



Seseorang yang mengasihi selalu mengalikan kesenangan dan membagi kesedihan kita, Ia selalu memberi PERHATIAN kepada kita Karena ia Peduli kepada kita



ADAKAH "PERHATIAN TERBAIK" ITU BEGITU MAHAL BAGI MEREKA ?



BERILAH "PERHATIAN TERBAIK" WALAUPUN ITU HANYA SEKALI



Bukankah Kesempatan untuk memberi perhatian kepada orang-orang yang kita cintai itu sangat berharga ?



DO IT NOW



Berilah "PERHATIAN TERBAIK" bagi mereka yang kita cintai LAKUKAN SEKARANG !! KARENA HANYA ADA SATU KESEMPATAN UNTUK MEMPERHATIKAN DENGAN HATI KITA

PING ! - Chat via BBM with God

TUHAN : PING ! Oiiiiii.... Ellisssss !!!

SAYA : Oiiii...Siapa nih ?

TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin ngobrol denganmu.

SAYA : OMG, saya sering berdoa kepada-Mu. Tapi sekarang saya lagi sibuk nih bos !

TUHAN : Sedang sibuk apa ?

SAYA : Sibuk mikirin masalah hidup, masalah kesehatan, masalah ekonomi, masa depan... hmmm... banyak lah ! Waktu ini terasa berlalu begitu saja tanpa ada arti, Huuuft.

TUHAN : Pemikiran memberimu kesibukan. Tapi tindakan memberimu hasil.

SAYA : Saya mengerti itu. Tapi untuk prakteknya tidak semudah teorinya. Btw, ada apa nih tiba-tiba Tuhan ajak saya chatting di BBM.

TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dan memberimu beberapa petunjuk. Di era Blackberry ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada sekedar lewat Kothbah atau mimpi.

SAYA : OK...ok...ok..., Bisa beritahu ngak, kenapa hidup ini begitu rumit ?

TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisalah penyebab yang membuatnya jadi rumit.

SAYA : Ooooh begitu.... Trus kenapa hidup saya tidak terasa menyenangkan ?

TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir telah menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

SAYA : Jiaaaah, bagaimana mungkin saya tidak khawatir jika hidup saya penuh ketidakpastian.

TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

SAYA : Tapi, terlalu sering saya mengalami rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN : Rasa sakit tidak bisa dihindari, tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.

SAYA : Jika Penderitaan itu pilihan,mengapa orang baik selalu menderita ?

TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang tidak dapat melewati rintangan, tanpa menderita. Melalui pengalaman itu kamu akan semakin baik dan kuat.

SAYA : Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN : Ya. sangat berguna, pengalaman adalah guru yang keras. Guru pengalaman memberi ujian dahulu, baru kemudian pemahamannya.

SAYA : Tetapi, mengapa saya harus melalui semua ujian itu ? Mengapa saya tidak dapat hidup bebas dari masalah ?

TUHAN : Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental dan rohani. Kekuatan dari dalam dirimu akan muncul dari perjuangan dan rintangan, bukan muncul dari berleha-leha.

SAYA : Jujur aja yah...ditengah segala persoalan ini, saya merasa kehilangan arah tidak tahu kemana harus mulai melangkah.

TUHAN : Pandanglah hanya kepada-Ku maka matamu akan memberimu penglihatan yang terang dan hatimu akan menunjukanmu arah yang benar.

SAYA : Seringkali kegagalan membuatku menderita. Apa yang harus saya lakukan ?

TUHAN : Kegagalan dan keberhasilan adalah suatu ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan.

SAYA : Di dalam keadaan sulit, bagaimana saya bisa tetap bersemangat ?

TUHAN : Selalulah bersyukur ! Selalu hitung berkat yang telah peroleh, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.

SAYA : Apa sih yang menarik dari manusia ?

TUHAN : Jika menderita, Manusia bertanya "Mengapa harus aku ?". Jika Manusia bahagia, tidak ada yang pernah bertanya "Mengapa harus aku ?".

SAYA : Seringkali saya bertanya, siapa saya, untuk apa saya hidup ?

TUHAN : Ckckckckkk...Jangan bertanya siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah menanyakan tujuan hidupmu, tetapi ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

SAYA : Bagaimana agar kehidupan saya menjadi lebih baik ?

TUHAN : Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

SAYA : Pertanyaan terakhir yah Bos. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN : Setiap doa selalu Aku jawab, tetapi seringkali jawabanku adalah TIDAK sebab Aku tau apa yang terbaik untukmu.

SAYA : Siiiip dech... mantaaap ! Thanks God. Kapan-kapan sambung lagi yah ! lol

TUHAN : Oce. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup. Love u and BRB !!!

SAYA : Siiip... Love u... Bye.

TUHAN : Bye..."Off"

Untuk para wanita tercantik di dunia

Bagi Anda-anda WANITA CANTIK di luar sana yg merasa SANGAT BANGGA DENGAN KECANTIKAN ANDA dan bahkan merasa Anda BISA MENDAPATKAN SEGALANYA HANYA DENGAN BERMODAL TAMPANG SAJA……SILAKAN BACA INI TERLEBIH DAHULU :

Surat
dari cewek cantik yang ingin mendapatkan pria kaya yang dimuat di suatu
majalah. Suratnya ditanggapi oleh seorang pria kaya dengan serius.
Bagus kata-katanya dan jangan lupa lihat nama pria yang membalas suratnya.

Seorang gadis muda dan cantik, mengirimkan surat ke sebuah majalah terkenal,
dengan judul:
“Apa yang harus saya lakukan untuk dapat menikah dengan pria kaya?”

Saya akan jujur, tentang apa yang akan coba saya katakan disini.
Tahun ini saya berumur 25 tahun. Saya sangat cantik, mempunyai selera yang bagus akan fashion.
Saya ingin menikahi seorang pria dengan penghasilan minimal $500ribu/tahun.
anda mungkin berpikir saya matre, tapi penghasilan $1juta/tahun hanya dianggap sebagai kelas menengah
di New York . Persyaratan saya tidak tinggi. apakah ada di forum ini mempunyai penghasilan $500ribu/tahun?
apa kalian semua sudah menikah? yang saya ingin tanyakan:

apa yang harus saya lakukan untuk menikahi orang kaya seperti anda?
yang terkaya pernah berkencan dengan saya hanya $250rb/tahun. Bila seseorang ingin pindah ke area
pemukiman elit di City Garden NewYork , penghasilan $ 250rb/tahun tidaklah cukup.
Dengan kerendahan hati, saya ingin menanyakan:

Dimana para lajang2 kaya hang out?

Kisaran umur berapa yang harus saya cari?

Kenapa kebanyakan istri dari orang2 kaya hanya berpenampilan standar?

Saya pernah bertemu dengan beberapa wanita yang memiliki penampilan tidak menarik, tapi mereka bisa menikahi pria kaya?

Bagaimana, anda memutuskan, siapa yang bisa menjadi istrimu, dan siapa yang hanya bisa menjadi pacar?

Si Cantik

Inilah balasan dari seorang pria yang bekerja
di Finansial Wall Street :

Saya telah membaca suratmu dengan semangat. Saya rasa banyak gadis2 di luar sana yang
mempunyai pertanyaan yang sama. Ijinkan saya untuk menganalisa situasimu sebagai seorang profesional.

Pendapatan tahunan saya lebih dari $500rb, sesuai syaratmu, jadi saya harap semuanya tidak berpikir saya main2 di sini. Dari sisi seorang bisnis, merupakan keputusan salah untuk menikahimu. jawabannya mudah saja,
Saya coba jelaskan, coba tempatkan “kecantikan” dan “uang” bersisian, dimana anda mencoba menukar kecantikan dengan uang:
Pihak A menyediakan kecantikan, dan Pihak B membayar untuk itu, hal yg masuk akal. tapi ada masalah disini,
kecantikan anda akan menghilang, tapi uang saya tidak akan hilang tanpa ada alasan yang bagus. Faktanya, pendapatan
saya mungkin akan meningkat dari tahun ke tahun, tapi anda tidak akan bertambah cantik tahun demi tahun.
Karena itu, dari sudut pandang ekonomi, saya adalah aset yang akan meningkat, dan anda adalah aset yang akan menyusut. Bukan hanya penyusutan normal, tapi penyusutan eksponensial.

Jika hanya (kecantikan) itu aset anda, nilai anda akan sangat mengkhawatirkan 10 tahun mendatang. Dari aturan yg kita gunakan di Wall Street, setiap pertukaran memiliki posisi, kencan dengan anda juga merupakan posisi tukar.
Jika nilai tukar turun, kita akan menjualnya dan adalah ide buruk untuk menyimpan dalam jangka lama, seperti pernikahan
yang anda inginkan. mungkin terdengar kasar, tapi untuk membuat keputusan bijaksana, setiap aset dengan nilai depresiasi
besar akan dijual atau “disewakan”.

Siapa saja dengan penghasilan tahunan $500rb, bukan orang bodoh, kami hanya berkencan dengan anda, tapi tidak akan menikahi anda.

Saya akan menyarankan agar anda lupakan saja untuk mencari cara menikahi orang kaya. Lebih baik anda menjadikan diri anda orang kaya dengan pendapatan $500rb/tahun. Ini kesempatan lebih bagus daripada mencari orang kaya bodoh.

Mudah2an balasan ini dapat membantu. Jika anda tertarik untuk “simpan pinjam”, hubungi saya.

ttd,

J.P. Morgan

N.B : J.P Morgan adalah pendiri salah satu Bank terbesar di Amerika yaitu J.P MORGAN CHASE BANK

Belajar dari Seekor Kupu- Kupu

Seorang gadis kecil menemukan kepompong kupu-kupu di halaman depan rumahnya. Suatu hari, kepompong tersebut muncul lubang kecil. Dari situ muncul kupu-kupu yang terus berjuang memaksakan dirinya untuk melewati lubang kecil itu dan berlangsung beberapa jam lamanya. Untuk sesaat kupu-kupu berhenti. Dia telah berusaha semampunya, tidak ada kemajuan dan kelihatan kehabisan tenaga dan tidak bisa lebih jauh lagi.

Akhirnya gadis kecil itu memutuskan untuk membantu. Dia ambil sebuah gunting kecil dan memotong sisa kekangan kepompong itu. Kupu-kupu itu keluar dengan mudahnya. Namun dia mempunyai tubuh gembung yang kecil, serta sayap-sayapnya yang mengkerut. Harapan dari gadis kecil itu nantinya sayap-sayapnya akan mekar melebar lalu terbang dengan indahnya.

Kenyataannya kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh yang gembung dan sayapnya yang mengkerut. Gadis kecil itu bingung bahwa kebaikan dan ketergesaannya berakibatkan sebaliknya.

Kepompong yang menghambat mendorong kupu-kupu berjuang untuk melewati lubang kecil itu sebenarnya adalah cara untuk memaksa cairan tubuh kupu-kupu ke pembuluh di dalam sayap-sayapnya sehingga sayapnya tersebut berkembang maksimal dan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong itu.

Dalam menjalani kehidupan sering kali kita harus banyak berjuang dengan keras. Jika Tuhan membiarkan hidup tanpa hambatan, itu mungkin melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak akan pernah terbang.

Ironi seorang Pria

Seringkali kita mendengar pria lebih memilih untuk melajang lebih lama dengan alasan - alasan ekonomi. lebih spesifiknya mungkin punya rumah pribadi dulu, mobil mewah gaji puluhan juta, dan juga mengeluarkan uang ratusan juta hanya untuk sebuah pesta married. Picture Karenanya sebelum menikah para pria bekerja extra keras untuk mengumpulkan uang demi kemapanan ini tidak salah. Sudah selayaknya untuk punya kehidupan yang aman secara finansial saat berumah tangga dan memberikan kenyamanan bagi istri. Tapi pada saat kemapanan itu sudah dimiliki, ada situasi yang menjebak para pria saat seorang pria sudah begitu kaya, maka semua jenis wanita akan datang kepada dia menawarkan cinta. Tapi pada akhirnya semua menjadi buram, apakah mereka datang karena cinta ???????? ataukah mereka mencintai uang kita ???????? sampai akhirnya sesuatu yang buruk terjadi, hingga kita menyesal kenapa kita bisa menjadi begitu kaya. Picture Wanita mana yang tidak akan datang bila kamu begitu tampan, cerdas, kaya dan muda ? semua ingin merasakan new jaguar mu, tidur di atas tempur pedic mu, tinggal di pent house mu, dan juga berdampingan dengan pria berjas cavalli itu semua merupakan gambaran bahwa uang bisa memanipulasi perasaan dan parahnya itu adalah uangmu. Bila saat ini kamu memiliki mobil dan seorang pacar, kamu tidak akan pernah tahu. Apakah wanita ini masih mencintaimu kalo suatu saat kamu hanya naik sepeda motor butut ?? Bagaimana kalau kamu tak lagi mempunyai rumah pribadi dan hanya ada tempe di atas meja makan ?? Karena dia datang pada saat kamu bisa memberikan kenyamanan - kenyamanan finansial yang dia idam - idamkan . Cintakah yang kamu punya ??? TENTU SAJA BUKAN.... Kamu hanya memiliki wanita yang mencintai kenyamanan yang bisa kamu sediakan. Beruntunglah bagi pasangan yang telah menikah & mereka ber dua memulainya dari bawah. Mensyukuri mobil mereka, karena mereka berdua pernah merasakan panas hujan dengan sepeda motor. Menyenangi spring bed baru mereka karena mereka pernah berdua pernah tidur bersama di atas sebuah kasur busa kecil. Terharu dengan rumah pribadi mereka karena dulu mereka pernah tinggal hanya di sebuah kost Beruntunglah para pria yang memiliki wanita yang begitu mencintai mereka dan mendampingi di saat berjuang menuju kehidupan yang lebih baik Mulai hari ini belajarlah untuk menghargai wanita yang mencintai kamu apa adanya Kebanyakan pria malah meninggalkan wanita yang sudah menemani mereka sewaktu susah dan mencari istri yang lebih cantik dan lebih muda ketika sudah senang ataupun kaya bukalah mata kalian ... Jika kalian berpasangan sejak kalian masih muda, misalnya sejak SMA dan ketika sudah berjalan 5 - 6 tahun, wanita anda selalu menargetkan umur married yang mereka maksudkan harus sudah mapan dan selalu menanyakan kemampuan finansial anda untuk membelikan mereka tas hermes, mobil - mobil mewah, baju - baju mahal untuk masa yang akan datang. Pikirlah lagi. Sehingga hidup anda hanya penuh dengan obsesi untuk memenuhi tuntutan wanita anda tanpa memikirkan apakah dengan itu anda akan menjadi lebih baik di kemudian harinya, sehingga anda merasa harus memenuhi tuntutan itu karena wanita itu segala - segalanya buat anda, dan dunia rasanya runtuh kalau anda ditinggalkan olehnya. Apakah mereka itu hanya melihat kemampuan yang kita memberikan kenyamanan, atau usaha kita dalam berkerja untuk memberikan kepada mereka kenyamanan. Sebaiknya anda boleh berpikir ulang atas hubungan anda dengan wanita tersebut Nikahilah wanita yang ada di sisimu sekarang jika kalian merasa cocok dan tidak perlu menunda2 karena mengejar kekayaan dan kemapanan karena rejeki akan muncul sendiri jika kita berusaha dengan tekun dan keras. Kalau wanita itu menerima kamu apa adanya, walau dirimu belum mapan atau baru mulai maka hargailah dan dekaplah wanita itu, hingga maut memisahkan kalian berdua. Tambahan dari gua : Memang ga salah kalau pepatah bilang, "Kesetiaan tersulit seorang pria diuji ketika ia berada di titik puncak kehidupannya, sedangkan kesetiaan seorang wanita akan paling sahih diuji ketika kemapanan suaminya berada di titik nadir."

Jumat, 30 Desember 2011

Everything about love...

Sepasang kekasih sedang melaju lebih dari 100 km/jam di jalan dengan sebuah motor.
Cewek : Pelan-pelan, aku takut.
Cowok : Tidak, ini menyenangkan.
Cewek : Tidak, ini sama sekali tidak menyenangkan. Please, aku takut!
Cowok : Baik, tapi katakan dulu bahwa kamu mencintaiku.
Cewek : Aku mencintaimu! Sekarang pelankan motornya!
Cowok : Sekarang beri aku pelukan yang erat.
(Lalu si cewek memeluknya)
Cowok : Bisakah kamu melepas helmku & kamu pakai? Helm ini sangat menggangguku!
(Si cewek itu pun menurutinya)

Keesokan harinya ada berita di koran sebuah sepeda motor menabrak gedung karena rem-nya blong. Ada dua orang di atas motor itu, tetapi hanya satu orang yang selamat. Yang terjadi sebenarnya adalah bahwa di tengah jalan saat kecepatan tinggi, si cowok berusaha me-Rem utk memperlambat, tapi si cowok menyadari bahwa rem motornya rusak, dia tidak ingin membiarkan kekasihnya tau. Dia meminta kekasihnya berkata dia mencintainya dan merasakan pelukannya, karena dia tau itu untuk terakhir kali baginya. Dia menyuruhnya memakai helm supaya kekasihnya akan tetap hidup walaupun itu berarti ia yang akan mati...

Pernahkah kamu mencintai seseorang sampai sebesar ini ??? Ataukah hanya sebatas memperhatikannya, peduli, menelpon / mengirimkannya sms hanya untuk membuatnya bahagia? Pernahkah kamu mengatakan "AKU MENCINTAIMU" padanya? Ataukah kamu menunggu untuk mengatakan itu disaat kamu berada dlm situasi seperti diatas motor itu?

Jika tidak, kamu masih punya kesempatan untuk mencintainya lebih lagi. Jangan menyimpan rasa cinta itu hanya di dalam hati. Katakan padanya bahwa kau mencintainya. Karena kamu tidak pernah tau, apakah besok kamu masih punya waktu dan kesempatan untuk mengungkapkannya..



Ada seorang istri memberikan tantangan kepada suaminya untuk hidup tanpa dirinya. Dia minta kepada suaminya untuk tidak ada komunikasi sama sekali di antara mereka selama sehari, sehari saja........

Si istri berkata kepada suaminya itu, "Bila kamu bisa melewati itu, aku akan mencintaimu selamanya." Dan sang suami pun setuju. Dia tidak sms / telpon istrinya seharian apalagi bertemu. Tanpa dia ketahui bahwa sebenarnya istrinya hanya memiliki sisa waktu 24 jam saja untuk hidup, karena dia terkena kanker kronis dan ajal akan menjemput sbntar lagi...

Keesokan harinya sang suami itu pulang ke rumah, apa yg terjadi? Air matanya pun tak terbendung menetes melihat istrinya sudah terbaring kaku dengan surat di tangan yang bertuliskan "Kamu Berhasil Sayang, Dapatkah kamu lakukan itu setiap hari mulai dari sekarang? I LOVE YOU."

Guys, don't ever lost contact with someone you love, you'll never know what's gonna happen the next day, or the day after that. Even a single "hi" or a "good ​night". You will never know that someone is no longer there to live....

Jangan Cintai Seseorang Setinggi Langit Karena Langit Bisa Runtuh,
Jangan Cintai Seseorang Sedalam Lautan Karena Lautan Bisa Surut,
Jangan Cintai Seseorang Sebesar Dunia Karena Dunia Bisa Hancur,
Cukup Cintai Seseorang Seujung Kuku,
Walau Kecil, Walau Selalu Dipotong, Ia Akan Selalu Tumbuh Dan Tumbuh

Selasa, 28 Juni 2011

42 Lebihannya AYAH nechhh!!

1. Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun - dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

2. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.

3. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.

4. Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi sebenarnya lebih menyenangkan.

5. Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.

http://images.detik.com/content/2009...anak-depan.jpg

6. Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.

7. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti berenang di air setelah ia melepaskanya.

8. Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.

9. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.

10. Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup

11. Ayah benar-benar senang membantu seseorang...tapi ia sukar meminta bantuan.

12. Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?... .mmmmhhh..."tidak terlalu mengecewakan" ^_~

http://i282.photobucket.com/albums/k...1/DSC_0027.jpg

13. Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.

14. Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

15. Ayah akan sangat senang membelikanmu makanan selepas ia pulang kerja, walaupun dia tak dapat sedikitpun bagian dari makanan itu

16. Ayah selalu berdoa agar kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat, walaupun kita jarang bahkan jarang sekali mendoakannya

17. Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.

18. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.

19. Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.

http://3.bp.blogspot.com/_roiQhncP64...r_daughter.jpg

20. Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.

22. Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan.....
23. Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara...

24. Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya....

25. Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu....

26. Ayah akan berkata ,, tanyakan saja pada ibumu" Ketika ia ingin berkata ,,tidak"

27. Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin

28. Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok dikamar mandi.

29. Ayah mengatakan ,, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan"

30. Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya....

31. Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri....

32. Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.

33. Ayah tidak suka meneteskan air mata .... ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya,dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)

34. ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu...ketika kau mimpi akan dibunuh monster...

35. tapi.....ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.

36. Ayah pernah berkata :" kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya"

http://arifiani.web.id/wp-content/up...ak-300x242.jpg

37. Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: ,, jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan
cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu"

38. Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :" jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa
melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu"

39. Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu....

40. Ayah bisa membuatmu percaya diri... karena ia percaya padamu...

41. Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik....

42. Dan terpenting adalah... Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.

ciuman terakhir untuk ayah

Rapat Direksi baru saja berakhir. Bob mulai bangkit berdiri dan menyenggol meja sehingga kopi tertumpah keatas catatan-catatannya.

"Waduhhh,memalukan sekali aku ini, diusia tua kok tambah ngaco.."

Semua orang ramai tergelak tertawa, lalu sebentar kemudian, kami semua mulai menceritakan Saat-saat yang paling menyakitkan dimasa lalu dulu.

Gilirannya kini sampai pada Frank yang duduk terdiam mendengarkan kisah lain-lainnya.

"Ayolah Frank, sekarang giliranmu. Cerita dong, apa saat yang paling tak enak bagimu dulu." Frank tertawa, mulailah ia berkisah masa kecilnya.

"Aku besar di San Pedro. Ayahku seorang nelayan, dan ia cinta amat pada lautan. Ia punya kapalnya sendiri, meski berat sekali mencari mata pencaharian di laut. Ia kerja keras sekali dan akan tetap tinggal di laut sampai ia menangkap cukup ikan untuk memberi makan keluarga. Bukan cuma cukup buat keluarga kami sendiri, tapi juga untuk ayah dan ibunya dan saudara-saudara lainnya yang masih di rumah."

Ia menatap kami dan berkata, "Ahhh, seandainya kalian sempat bertemu ayahku. Ia sosoknya besar, orangnya kuat dari menarik jala dan memerangi lautan demi mencari ikan. Asal kau dekat saja padanya, wuih, bau dia sudah mirip kayak lautan. Ia gemar memakai mantel cuaca-buruk tuanya yang terbuat dari kanvas dan pakaian kerja dengan kain penutup dadanya. Topi penahan hujannya sering ia tarik turun menutupi alisnya. Tak perduli berapapun ibuku mencucinya, tetap akan tercium bau lautan dan amisnya ikan."

Suara Frank mulai merendah sedikit.

"Kalau cuaca buruk, ia akan antar aku ke sekolah. Ia punya mobil truk tua yang dipakainya dalam usaha perikanan ini. Truk itu bahkan lebih tua umurnya daripada ayahku. Bunyinya meraung dan berdentangan sepanjang perjalanan. Sejak beberapa blok jauhnya kau sudah bisa mendengarnya. Saat ayah bawa truk menuju sekolah, aku merasa menciut ke dalam tempat duduk, berharap semoga bisa menghilang. Hampir separuh perjalanan, ayah sering mengerem mendadak dan lalu truk tua ini akan menyemburkan suatu kepulan awan asap. Ia akan selalu berhenti di depan sekali, dan kelihatannya setiap orang akan berdiri mengelilingi dan menonton. Lalu ayah akan menyandarkan diri ke depan, dan memberiku sebuah ciuman besar pada pipiku dan memujiku sebagai anak yang baik. Aku merasa agak malu, begitu risih. Maklumlah, aku sebagai anak umur dua-belas, dan ayahku menyandarkan diri kedepan dan menciumi aku selamat tinggal!"

Ia berhenti sejenak lalu meneruskan, "Aku ingat hari ketika kuputuskan aku sebenarnya terlalu tua untuk suatu kecupan selamat tinggal. Waktu kami sampai kesekolah dan berhenti, seperti biasanya ayah sudah tersenyum lebar. Ia mulai memiringkan badannya kearahku, tetapi aku mengangkat tangan dan berkata, 'Jangan, ayah.' Itu pertama kali aku berkata begitu padanya, dan wajah ayah tampaknya begitu terheran.

Aku bilang, 'Ayah, aku sudah terlalu tua untuk ciuman selamat tinggal.

Sebetulnya sudah terlalu tua bagi segala macam kecupan.'

Ayahku memandangiku untuk saat yang lama sekali, dan matanya mulai basah.

Belum pernah kulihat dia menangis sebelumnya. Ia memutar kepalanya, pandangannya menerawang menembus kaca depan. 'Kau benar,' katanya.

'Kau sudah jadi pemuda besar......seorang pria. Aku tak akan menciumimu lagi.'"

Wajah Frank berubah jadi aneh, dan air mata mulai memenuhi kedua matanya, ketika ia melanjutkan kisahnya. "Tidak lama setelah itu, ayah pergi melaut dan tidak pernah kembali lagi. Itu terjadi pada suatu hari, ketika sebagian besar armada kapal nelayan merapat dipelabuhan, tapi kapal ayah tidak.Ia punya keluarga besar yang harus diberi makan.

Kapalnya ditemukan terapung dengan jala yang separuh terangkat dan separuhnya lagi masih ada dilaut.Pastilah ayah tertimpa badai dan ia mencoba menyelamatkan jala dan semua pengapung-pengapungnya."

Aku mengawasi Frank dan melihat air mata mengalir menuruni pipinya.

Frank menyambung lagi, "Kawan-kawan, kalian tak bisa bayangkan apa yang akan kukorbankan sekedar untuk mendapatkan lagi sebuah ciuman pada pipiku....untuk merasakan wajah tuanya yang kasar......untuk mencium bau air laut dan samudra padanya.....untuk merasakan tangan dan lengannya merangkul leherku. Ahh, sekiranya saja aku jadi pria dewasa saat itu. Kalau aku seorang pria dewasa, aku pastilah tidak akan pernah memberi tahu ayahku bahwa aku terlalu tua 'tuk sebuah ciuman selamat tinggal."

Semoga kita tidak menjadi terlalu tua untuk menunjukkan cinta kasih kita.....

jika... dan maka...

Jika anda tinggal di rumah yang baik, memiliki cukup makanan dan dapat membaca ...
anda adalah bagian dari kelompok terpilih.

Jika anda bangun pagi ini dan merasa sehat ..
anda lebih beruntung dari jutaan orang yang mungkin tidak akan dapat bertahan hidup minggu ini.

Jika anda tidak pernah merasakan bahaya perang, kesepian karena dipenjara, kesakitan karena penyiksanaan, atau kelaparan ..
anda berada selangkah lebih maju dibandingkan 500 juta orang di dunia.

Jika anda dapat menghadiri pertemuan politik atau keagamaan tanpa merasa takut akan dilecehkan, ditangkap, disiksa, atau mati ....
anda beruntung, karena lebih dari 3 milyar orang di dunia tidak dapat melakukannya.

Jika anda memiliki makanan di lemari pendingin, baju-baju di lemari pakaian, dan memiliki atap yang menaungi tempat anda beristirahat ...
anda lebih kaya dari 75% penduduk di dunia ini.

Jika anda memiliki uang di bank, di dompet, dan mampu membelanjakan sebagian uang untuk menikmati hidangan di restoran ..
anda merupakan anggota dari 8% kelompok orang-orang kaya di dunia.

Jika orang tua anda masih hidup & menikmati kebahagiaan kehidupan pernikahan mereka ...
maka anda termasuk salah satu dari kelompok orang yang dikategorikan langka.

Jika anda mampu menegakkan kepala dengan senyuman dibibir dan merasa benar-benar bahagia ...
anda memiliki keistimewaan tersendiri, karena sebagian besar orang tidak memperoleh kenikmatan tersebut.

Jika anda dapat membaca pesan ini ..
anda baru saja menerima karunia ganda, karena seseorang memikirkan anda,
dan anda jauh lebih beruntung dibandingkan lebih dari 1 milyar orang yang tidak dapat membaca sama sekali

Semoga anda menikmati hari yang indah ini. Hitunglah karunia keberuntungan anda, dan sampaikan hal ini kepada orang lain untuk mengingatkan bahwa sebenarnya,
kita adalah orang-orang yang sangat beruntung. Dengan bersyukur, anda akan lebih menikmati hidup yang hanya sebentar ini...

Surat Terakhir Untuk Siao Feng

Siao Feng adalah seorang gadis kecil berumur lima tahun. Ia tinggal bersama mamanya yang sudah cukup tua. Mereka hanya tinggal berdua. Papanya sudah bercerai dengan mamanya, karena masalah yang tidak ia mengerti.

Pada suatu hari, saat Siao Feng sedang bermain-main, ia melihat mamanya membawa tas dan bersiap untuk pergi. Siao Feng menyusul mamanya dan berkata ingin ikut. Tapi mamanya hanya menangis sambil berkata, “Siao Feng, mama akan pergi ke Amerika untuk suatu pekerjaan, mama tidak bisa menunda lagi. Kamu tidak boleh ikut. Kamu akan tinggal bersama kakek dan nenek. Baik-baik ya... Jaga dirimu... Jangan nakal... Mama akan sering menyuratimu...” Siao Feng menangis dan berteriak agar mamanya jangan pergi. Tapi percuma, mamanya tidak mau mendengarkannya.

Beberapa bulan kemudian, mama Siao Feng mengirimi Siao Feng surat. Hari ini hari Siao Feng masuk sekolah pertamanya di SD. “Siao Feng, bagaimana kabarmu? Baik-baik sajakah? Saat ini kamu pasti sudah duduk di bangku SD, kamu pasti sudah mendapat teman yang banyak, sepatu baru, tas baru... Siao Feng, maafkan mama, mama tidak datang melihatmu masuk sekolah, mama sangat sibuk di Amerika... Tidak ada waktu untuk pulang melihatmu...”

Sampai beberapa tahun kemudian, Siao Feng masih dikirimi surat oleh mamanya. Bukannya merasa bahagia, Siao Feng malah merasa benci dan sangat marah kepada mamanya. Mamanya sempat menulis surat tapi tidak sempat datang untuk menemuinya.

Pada saat ia SMP, mamanya juga mengirimkan surat padanya. “Siao Feng, sekarang kamu sudah smp kan? Mama kangen kamu. Kamu pasti tambah cantik, Siao Feng jaga kesehatanmu. Sekarang musim dingin, pakai baju hangat kalau mau keluar ya... Supaya kamu tidak sakit nanti.”
Setiap kali menerima surat dari mamanya, Siao Feng selalu merasa sedih. Ia teringat bagaimana kasih sayang mamanya dulu, dan sekarang tidak bisa ia dapatkan, meskipun mamanya sudah mengirimkan surat padanya. Ia merasa marah dan kesal... Ia heran kenapa ada seorang ibu yang tega pada anaknya seperti ini, kalau seperti ini, seharusnya mama mati saja.. Ia tidak butuh mama seperti ini..

“Siao Feng, sekarang kamu pasti sudah SMA, apa kamu sudah punya pacar? Mama kangen sama kamu...”

Belasan tahun, Siao Feng menunggu dan menunggu mamanya pulang, tapi yang datang hanya surat, dan surat...

Siang hari ini, Siao Feng menunggu surat dari mamanya di depan pagar rumahnya. Siao Feng menunggu pak pos untuk mengantarkan surat dari mamanya yang dikirimkan dari Amerika untuknya yang mengucapkan selamat ulang tahun Siao Feng yang ke-17. Sudah tiga jam Siao Feng menunggu surat dari mamanya, Siao Feng merasa kesal karena surat itu belum datang-datang juga. Sambil menangis Siao Feng memaki mamanya, “Dasar mama! Mendingan mama mati aja deh... uhh.. nyebelin....”

Siao Feng merasa mamanya sudah tidak sayang lagi kepadanya. Kalau mamanya masih sayang kepadanya, setidaknya mama pulang dari Amerika dan datang untuk melihat Siao Feng, tapi dari Siao Feng berumur 5 tahun sampai ia berumur 17 tahun mama tidak pernah kembali dari Amerika.

Setelah 5 jam Siao Feng menunggu, kakek dan nenek Siao Feng datang membawa surat untuk Siao Feng. Siao Feng melihat kalau mereka berdua terlihat sedih. Siao Feng yang sangat menantikan surat dari mamanya langsung mengambil surat yang dibawa kakek dan neneknya. Siao Feng meilhat kalau warna kertas surat itu sudah kuning dan usang seperti sudah disimpan lama. Siao Feng yang awalnya sangat senang menerima surat dari mamanya iba-tiba langsung menangis terisak-isak tak percaya. Siao Feng sangat kaget ketika membaca surat dari mamanya yang mengatakan.

“Siao Feng, maafkan mama, mama sudah berbohong kepadamu dari dulu. Mama rasa sudah saatnya kamu mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Siao Feng, mama betul-betul minta maaf karena mama tidak dapat menemani kamu pada saat ulang tahunmu yang ke-17. Mama ucapkan selamat ulang tahun Siao Feng....

Siao Feng, mama minta maaf karena mama mengatakan bahwa mama bekerja di Amerika, sebenarnya mama sudah tidak ada. Mama terkena kanker paru-paru yang ganas. Siao Feng, sebenarnya dari dulu mama ingin memberitahukannya padamu tentang masalah ini, tapi mama tidak ingin membuatmu sedih. Mama membuat surat ini saat kamu masih berumur 5 tahun, karena pada saat itu, dokter mengatakan umur mama tinggal beberapa hari lagi... Waktu itu, kamu masih kecil dan nakal, kamu menghamburkan surat yang sudah mama buat dengan sisa kekuatan mama. Kamu tidak tahu surat itulah yang akan dikirimkan padamu suatu saat nanti.

Siao Feng, maafkan mama, mama tidak dapat di samping kamu ketika kamu berada dalam kesulitan. Kamu tidak bisa memanggil “mama, mama”. Jika kamu sakit, kamu tidak bisa mengatakan “mama, aku sakit”. Mama tidak bisa menjadi tempat kamu cerita dan meminta petunjuk dari mama. Jika kamu kesepian, tidak ada yang menemani kamu. Tidak ada yang memberi kamu belaian kasih sayang. Maafkan mama... Dulu mama menitipkan surat ini pada pamanmu, mama meminta pamanmu untuk mengirim surat ini kepadamu, karena pada saat itu, mama sudah tidak ada lagi di dunia ini....

Siao Feng, mama masih ingat ketika mama mengatakan bahwa mama akan ke Amerika untuk bekerja, mama melihat kamu menangis-nangis dan mau ikut dengan mama, tapi kakek dan nenek memelukmu. Ingin rasanya mama memelukmu, tapi ini hanya akan membuat kamu berat melepas mama. Siao Feng, ini surat terakhir dari mama untukmu, mama sudah hampir tidak kuat lagi menulis surat ini. Mama minta maaf Siao Feng, mama hanya berdoa semoga kamu berbahagia selalu dan selamanya........”

Setelah membaca surat dari mamanya, Siao Feng hanya bisa menangis, mengingat ia selalu memaki mamanya agar mamanya cepat meninggal. Ternyata memang itulah yang terjadi...............

Rabu, 01 Juni 2011

Cinta Yang Tak Pernah Padam Selama 60 Tahun

Ketika aku berjalan kaki pulang ke rumah di suatu hari yang dingin, kakiku tersandung sebuah dompet yang tampaknya terjatuh tanpa sepengetahuan pemiliknya. Aku memungut dan melihat isi dompet itu kalau-kalau aku bisa menghubungi pemiliknya. Tapi, dompet itu hanya berisi uang sejumlah tiga Dollar dan selembar surat kusut yang sepertinya sudah bertahun-tahun tersimpan di dalamnya. Satu-satunya yang tertera pada amplop surat itu adalah alamat si pengirim. Aku membuka isinya sambil berharap bisa menemukan petunjuk.

Lalu aku baca tahun "1924". Ternyata surat itu ditulis lebih dari 60 tahun yang lalu. Surat itu ditulis dengan tulisan tangan yang anggun di atas kertas biru lembut yang berhiaskan bunga-bunga kecil di sudut kirinya. Tertulis di sana, "Sayangku Michael", yang menunjukkan kepada siapa surat itu ditulis yang ternyata bernama Michael. Penulis surat itu menyatakan bahwa ia tidak bisa bertemu dengannya lagi karena ibu telah melarangnya. Tapi, meski begitu ia masih tetap mencintainya. Surat itu ditandatangani oleh Hannah. Surat itu begitu indah.

etapi tetap saja aku tidak bisa menemukan siapa nama pemilik dompet itu. Mungkin bila aku menelepon bagian penerangan mereka bisa memberitahu nomor telepon alamat yang ada pada amplop itu. "Operator," kataku pada bagian peneragan, "Saya mempunyai permintaan yang agak tidak biasa. sedang berusaha mencari tahu pemiliki dompet yang saya temukan di jalan. Barangkali anda bisa membantu saya memberikan nomor telepon atas alamat yang ada pada surat yang saya temukan dalam dompet tersebut?"

Operator itu menyarankan agar aku berbicara dengan atasannya, yang tampaknya tidak begitu suka dengan pekerjaan tambahan ini. Kemudian ia berkata, "Kami mempunyai nomor telepon alamat tersebut, namun kami tidak bisa memberitahukannya pada anda." Demi kesopanan, katanya, ia akan menghubungi nomor tersebut, menjelaskan apa yang saya temukan dan menanyakan apakah mereka berkenan untuk berbicara denganku. Aku menunggu beberapa menit.

Tak berapa lama ia menghubungiku, katanya, "Ada orang yang ingin berbicara dengan anda." Lalu aku tanyakan pada wanita yang ada di ujung telepon sana, apakah ia mengetahui seseorang bernama Hannah. Ia menarik nafas, "Oh, kami membeli rumah ini dari keluarga yang memiliki anak perempuan bernama Hannah. Tapi, itu 30 tahun yang lalu!" "Apakah anda tahu dimana keluarga itu berada sekarang?" tanyaku. "Yang aku ingat, Hannah telah menitipkan ibunya di sebuah panti jompo beberapa tahun lalu," kata wanita itu. "Mungkin, bila anda menghubunginya mereka bisa mencaritahu dimana anak mereka, Hannah, berada." Lalu ia memberiku nama panti jompo tersebut. Ketika aku menelepon ke sana, mereka mengatakan bahwa wanita, ibu Hannah, yang aku maksud sudah lama meninggal dunia. Tapi mereka masih menyimpan nomor telepon rumah dimana anak wanita itu tinggal. Aku mengucapkan terima kasih dan menelepon nomor yang mereka berikan. Kemudian, di ujung telepon sana, seorang wanita mengatakan bahwa Hannah sekarang tinggal di sebuah panti jompo.

"Semua ini tampaknya konyol," kataku pada diriku sendiri. Mengapa pula aku mau repot-repot menemukan pemilik dompet yang hanya berisi tiga Dollar dan surat yang ditulis lebih dari 60 tahun yang lalu? Tapi, bagaimana pun aku menelepon panti jompo tempat Hannah sekarang berada. Seorang pria yang menerima teleponku mengatakan, "Ya, Hannah memang tinggal bersama kami." Meski waktu itu sudah menunjukkan pukul 10 malam, aku meminta agar bisa menemui Hannah. "Ok," kata pria itu agak bersungut-sungut, "bila anda mau, mungkin ia sekarang sedang menonton TV di ruang tengah."

Aku mengucapkan terima kasih dan segera berkendara ke panti jompo tersebut. Gedung panti jompo itu sangat besar. Penjaga dan perawat yang berdinas malam menyambutku di pintu. Lalu, kami naik ke lantai tiga. Di ruang tengah, perawat itu memperkenalkan aku dengan Hannah. Ia tampak manis, rambut ubannya keperak-perakan, senyumnya hangat dan matanya bersinar-sinar. Aku menceritakan padanya mengenai dompet yang aku temukan. Aku pun menunjukkan padanya surat yang ditulisnya. Ketika ia melihat amplop surat berwarna biru lembut dengan bunga-bunga kecil di sudut kiri, ia menarik nafas dalam-dalam dan berkata, "Anak muda, surat ini adalah hubunganku yang terakhir dengan Michael." Matanya memandang jauh, merenung dalam-dalam. Katanya dengan lembut, "Aku amat-amat mencintainya. Saat itu aku baru berusia 16 tahun, dan ibuku menganggap aku masih terlalu kecil. Oh, Ia sangat tampan. Ia seperti Sean Connery, si aktor itu." "Ya," lanjutnya. Michael Goldstein adalah pria yang luar biasa. "Bila kau bertemu dengannya, katakan bahwa aku selalu memikirkannya, Dan,......."

Ia ragu untuk melanjutkan, sambil menggigit bibir ia berkata, ......katakan, aku masih mencintainya. Tahukah kau, anak muda," katanya sambil tersenyum. Kini air matanya mengalir, "aku tidak pernah menikah selama ini. Aku pikir, tak ada seorang pun yang bisa menyamai Michael." Aku berterima kasih pada Hannah dan mengucapkan selamat tinggal. Aku menuruni tangga ke lantai bawah. Ketika melangkah keluar pintu, penjaga di sana menyapa, "Apakah wanita tua itu bisa membantu anda?" Aku sampaikan bahwa Hannah hanya memberikan sebuah petunjuk, "Aku hanya mendapatkan nama belakang pemilik dompet ini. Aku pikir, aku biarkan sajalah dompet ini untuk sejenak. Aku sudah menghabiskan hampir seluruh hariku untuk menemukan pemilik dompet ini." Aku keluarkan dompet itu, dompat kulit dengan benang merah disisi-sisinya. Ketika penjaga itu melihatnya, ia berseru, "Hei, tunggu dulu. Itu adalah dompet Pak Goldstein! Aku tahu persis dompet dengan benang merah terang itu.Ia selalu kehilangan dompet itu. Aku sendiri pernah menemukannya dompet itu tiga kali di dalam gedung ini."

"Siapakah Pak Goldstein itu?" tanyaku. Tanganku mulai gemetar. "Ia adalah penghuni lama gedung ini. Ia tinggal di lantai delapan. Aku tahu pasti, itu adalah dompet Mike Goldstein. Ia pasti menjatuhkannya ketika sedang berjalan-jalan di luar." Aku berterima kasih pada penjaga itu dan segera lari ke kantor perawat. Aku ceritakan pada perawat di sana apa yang telah dikatakan oleh si penjaga. Lalu, kami kembali ke tangga dan bergegas ke lantai delapan. Aku berharap Pak Goldstein masih belum tertidur. Ketika sampai di lantai delapan, perawat berkata, "Aku pikir ia masih berada di ruang tengah. Ia suka membaca di malam hari. Ia adalah Pak tua yang menyenangkan." Kami menuju ke satu-satunya ruangan yang lampunya masih menyala. Di sana duduklah seorang pria membaca buku. Perawat mendekati pria itu dan menanyakan apakah ia telah kehilangan dompet. Pak Goldstein memandang dengan terkejut. Ia lalu meraba saku belakangnya dan berkata, "Oh ya, dompetku hilang!" Perawat itu berkata, "Tuan muda yang baik ini telah menemukan sebuah dompet. Mungkin dompet anda?" Aku menyerahkan dompet itu pada Pak Goldstein. Ia tersenyum gembira. Katanya, "Ya, ini dompetku! Pasti terjatuh tadi sore. Aku akan memberimu hadiah." "Ah tak usah," kataku. "Tapi aku harus menceritakan sesuatu pada anda. Aku telah membaca surat yang ada di dalam dompet itu dengan harap aku mengetahui siapakah pemilik dompet ini."

Senyumnya langsung menghilang. "Kamu membaca surat ini?" "Bukan hanya membaca, aku kira aku tahu dimana Hannah sekarang." Wajahnya tiba-tiba pucat. "Hannah? Kau tahu dimana ia sekarang? Bagaimana kabarnya? Apakah ia masih secantik dulu? Katakan, katakan padaku," ia memohon. "Ia baik-baik saja, dan masih tetap secantik seperti saat anda mengenalnya," kataku lembut. Lelaki tua itu tersenyum dan meminta, "Maukah anda mengatakan padaku dimana ia sekarang? Aku akan meneleponnya esok." Ia menggenggam tanganku, "Tahukah kau anak muda, aku masih mencintainya. Dan saat surat itu datang hidupku terasa berhenti. Aku belum pernah menikah, aku selalu mencintainya."

"Michael," kataku, "Ayo ikuti aku." Lalu kami menuruni tangga ke lantai tiga. Lorong-lorong gedung itu sudah gelap. Hanya satu atau dua lampu kecil menyala menerangi jalan kami menuju ruang tengah di mana Hannah masih duduk sendiri menonton TV. Perawat mendekatinya perlahan.

"Hannah," kata perawat itu lembut. Ia menunjuk ke arah Michael yang sedang berdiri di sampingku di pintu masuk. "Apakah anda tahu pria ini?" Hannah membetulkan kacamatanya, melihat sejenak, dan terdiam tidak mengucapkan sepatah katapun. Michael berkata pelan, hampir-hampir berbisik, "Hannah, ini aku, Michael. Apakah kau masih ingat padaku?" Hannah gemetar, "Michael! Aku tak percaya. Michael! Kau! Michaelku!" Michael berjalan perlahan ke arah Hannah. Mereka lalu berpelukan. Perawat dan aku meninggalkan mereka dengan air mata menitik di wajah kami. "Lihatlah," kataku. "Lihatlah, bagaimana Tuhan berkehendak. Bila Ia berkehendak, maka jadilah."

Sekitar tiga minggu kemudian, di kantor aku mendapat telepon dari rumah panti jompo itu. "Apakah anda berkenan untuk hadir di sebuah pesta perkawinan di hari Minggu mendatang? Michael dan Hannah akan menikah!" Dan pernikahan itu, pernikahan yang indah. Semua orang di panti jompo itu mengenakan pakaian terbaik mereka untuk ikut merayakan pesta. Hannah mengenakan pakaian abu-abu terang dan tampak cantik. Sedangkan Michael mengenakan jas hitam dan berdiri tegak. Mereka menjadikan aku sebagai wali mereka. Rumah panti jompo memberi hadiah kamar bagi mereka.

Dan bila anda ingin melihat bagaimana sepasang pengantin berusia 76 dan 79 tahun bertingkah seperti anak remaja, anda harus melihat pernikahan pasangan ini. Akhir yang sempurna dari sebuah hubungan cinta yang tak pernah padam selama 60 tahun.

Sebelum Kamu Menceraikanku, Gendonglah Aku

Pada hari pernikahanku, aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yang cuma berkamar satu. Sahabat-sahabatku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil.

Jadi kubopong ia memasuki rumah kami. Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang pengantin pria yang sangat bahagia. Ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu.

Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening.
Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai sipil. Setiap pagi kami berangkat kerja bersama-sama dan sampai dirumah juga pada waktu yang bersamaan.

Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkawinan kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yang tidak kusangka-sangka.
Dew hadir dalam kehidupanku.

Waktu itu adalah hari yang cerah. Aku berdiri di balkon dengan Dew yang sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartment yang kubelikan untuknya. Dew berkata , "Kamu adalah jenis pria terbaik yang menarik para gadis." Kata-katanya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah,istriku pernah berkata, "Pria sepertimu,begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis."

Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu- ragu. Aku tahu kalo aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku melepaskan tangan Dew dan berka ta, "Kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit urusan dikantor" Kelihatan ia jadi tidak
senang karena aku telah berjanji menemaninya. Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin. Bagaimanapun, aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku.

Walau bagaimanapun ku jelaskan, ia pasti akan sangat terluka. Sejujurnya,ia adalah seorang istri yang baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV.

Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama-sama. Atau aku akan menghidupkan komputer,membayangkan tubuh Dew. Ini adalah hiburan bagiku.
Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "Seandainya kita bercerai, apa yang akan kau lakukan? " Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yang sangat jauh dari nya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius.

Ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengan ia.

Ia kelihatan sedikit kecurigaan. Ia berusaha tersenyum pada bawahan-bawahanku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.

Sekali lagi, Dew berkata padaku," He Ning, ceraikan ia, O.K.? Lalu kita akan hidup bersama." Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu-ragu lagi. Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku pegang tangannya,"Ada sesuatu yang harus kukatakan" Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya. Tiba-tiba aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalo aku terus berpikir. "Aku ingin bercerai ", ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang.

Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata-kataku, tapi ia bertanya secara lembut, "kenapa?" "Aku serius." Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku,"Kamu bukan laki- laki!".

Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yang telah terjadi dengan perkawinan kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Dew. Dengan perasaan yang amat bersalah, Aku menuliskan surat perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian.. Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yang telah 10 tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yang asing dalam hidupku. Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yang telah kuucapkan. Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku, dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku. Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh-sungguh telah terjadi.

Pada larut malam,aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran. Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur kembali. Ia menuliskan syarat-syarat dari perceraiannya. Ia tidak menginginkan apapun dariku,tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya, dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya. Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan segera menyelesaikan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami.

Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya," He Ning, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita?" Pertanyaan ini tiba-tiba mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku.

Aku mengangguk dan mengiyakan. "Kamu membopongku dilenganmu", katanya,
"Jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu."

Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yang telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana romantis.
Aku memberitahukan Dew soal syarat- syarat perceraian dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. "Bagaimanapun trik yang ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini," ia mencemooh.

Kata-katanya membuatku merasa tidak enak. Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. Kami saling menganggap orang asing.
Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak kami menepuk punggung kami,"Wah, papa membopong mama, mesra sekali" Kata-katanya membuatku merasa sakit.. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku. Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut," Mari kita mulai hari ini,jangan memberitahukan pada anak kita." Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang.Aku melepaskan ia di pintu. Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.

Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku,kami begitu dekat sampai-sampai aku bisa mencium wangi dibajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi, beberapa kerut tampak di wajahnya.

Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "Kebun diluar sedang dibongkar, hati- hati kalau kamu lewat sana."
Hari keempat,ketika aku membangunkannya, aku merasa kalau kami masih mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku.

Bayangan Dew menjadi samar.
Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal, seperti, dimana ia telah menyimpan baju-bajuku yang telah ia setrika, aku harus hati-hati saat memasak,dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa semakin erat.

Aku tidak memberitahu Dew tentang ini.
Aku merasa begitu ringan membopongnya. Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat. Aku berkata padanya,"Kelihatannya tidaklah sulit
membopongmu sekarang" Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu
untuk membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa
menemukan yang cocok. Lalu ia melihat, "Semua pakaianku kebesaran". Aku tersenyum. Tapi tiba-tiba aku menyadarinya sebab ia semakin kurus itu sebabnya aku bias membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat. Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya
dalam hati. Sekali lagi, aku merasakan perasaan sakit Tanpa sadar ku
sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut. "Pa,sudah waktunya membopong mama keluar"

Baginya,melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yang penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir. Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang duduk ke teras. Tangannya memegangku secara lembut dan alami. Aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami. Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.
:rose:
Pada hari terakhir, ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. Ia berkata, "Sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua".
Aku memeluknya dengan kuat dan berkata "Antara kita saling tidak menyadari
bahwa kehidupan kita begitu mesra". Aku melompat turun dari mobil tanpa Sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga.

Dew membuka pintu. Aku berkata padanya," Maaf Dew, Aku tidak ingin bercerai. Aku serius". Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku.
"Kamu tidak demam".

Kutepiskan tanganya dari dahiku "Maaf, Dew,Aku Cuma bisa bilang maaf padamu,Aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai-nilai dari kehidupan,bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi.Sekarang aku mengerti sejak aku membopo ngnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu" Dew tiba-tiba seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dengan kencang dan tangisannya meledak. Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor. Dalam perjalanan aku melewati sebuah took bunga, ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku.

Penjual bertanya apa yang mesti ia tulis dalam kartu ucapan?
Aku tersenyum, dan menulis " Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua..."